Pada entry kali ini,marilah kita merenung dan mengenali potensi diri kita masing-masing... Sahabat-sahabatku yang dihormati.....setelah mana kita lalui ranjau-ranjau perjuangan ini semenjak alam persekolahan,kemudian ke alam kolej..adakah masih terngiang2 di telinga kita akan laungan saudara2 kita di Palestin???
Saya merasa amat sedih,kecewa dan sangat marah apabila melihat gambar2 sahabat2 kita di fb yang faham akan erti perjuangan hanyut dibuai mimpi dunia...bergambar berpelukan,keluar berdua-duaan dan plbagai gambar lagi yang menyakitkan hati ini memandangnya...
Sedarlah sahabatku,umur kita tidak panjang,dan seperti yang dikatakan oleh barat "LIFE IS SHORT"...MAKA adakah dengan istilah yg dikatakan hidup ini tidak panjang kita ingin suburkan dengan maksiat pada ALLAH..apakah kita tahu bahawa ALLAH BERHAK MENGAMBIL JIA KITA PADA BILA2 MASA SAHAJA...!!!
Mengapakah wahai sahabatku,kau memilih laluan yang singkat dengan kesenangan duniawi....KENAPA kau tidak memilih jalan yang lebih luas kenikmatannya,lebh panjang keseronokannya,lebih cantik istana2 nya...
semua yang kau lihat didunia ini hanyalah tipuan dan khayalan syaitan sahaja....apakah kau tidak memikirkan dengan mata hatimu???
SUDAHLAH SAHABATKU,BUANGLAH SEGALA KUDIS2 DUNIA INI,LEMPARKAN JAUH2....JANGN KAU HAMPIRI LAGI KOTORAN DUNIA INI....KAU MAHU KECANTIKAN WANITA MAKA KAHWINILAH DIA,MAKA ALLAH DAN RASULNYA AKAN REDHA PADAMU.....KAU MAHU KESENANGAN DUNIA MAKA BERNIAGALAH DAN CARI SEBANYAK2NYA TAPI AWAS JAUHI ROKOK,SYISHA,ARAK DAN SEGALA BENDA YANG HARAM DAN SYUBHAT,KAU MAHU APA LAGI SAHABATKU......??????
JIKA KAU MAHU SEGALA2NYA MAKA TAMBAHKAN AMALMU,KUATKAN DAYA JUANGMU,PERTAHAN DAN JULANGKAN ISLAM PADA TEMPAT YANG SELAYAKNYA...DAN KAU DAN AKU SAMA2 SYAHID DALAM PERJUANGAN INI MAKA SYURGA MENANTI KAU DAN AKU WAHAI SAHABATKU.....
INSAF DAN BERTAUBATLAH,KITA INSAFI DOSA2 LAMPAU DAN KITA JULANGKAN ISLAM ,KITA WAKAFKAN DIRI KITA HANYA UNTUK ISLAM.....NESCYA KITA AKAN MENDAPAT KETENANGAN YANG HAKIKI...PERCAYALAH SAHABATKU....
Mari kita melihat akibat berbuat maksiat. Bukan sahaja akibat di akhirat bahkan di dunia. Islam adalah agama untuk kehidupan dunia dan akhirat.
(Bagian 1 : Pengantar)
„Seorang mukmin jika berbuat satu dosa, maka ternodalah hatinya dengan senoktah warna hitam. Jika dia bertobat dan beristighfar, hatinya akan kembali putih bersih. Jika ditambah dengan dosa lain, noktah itu pun bertambah hingga menutupi hatinya. Itulah karat yang disebut-sebut Allah dalam ayat ,
yang artinya : „Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada ku" (QS.51:56)
Disana Allah swt menegaskan kepada manusia, bahwa maksud dari penciptaan manusia dan jin adalah hanya untuk beribadah kepada Allah swt, lain tidak. Dalam rangka menunaikan tugas ibadah tersebut, manusia diperintahkan untuk taat dan tunduk kepada semua perintah Allah swt, baik yang langsung Allah swt firmankan dalam Al-Qur'an, maupun yang disampaikan melalui sabda Rasulullah saw.
Oleh sebab itulah di dunia ini hanya terdapat 2 golongan manusia.Golongan pertama adalah mereka yang selalu taat pada segala perintah Allah swt dan sunnah Rasulullah saw. Sedangkan golongan kedua adalah mereka yang ingkar kepada perintah ALlah dan RasulNYA. Perbuatan ingkar itulah yang disebut dengan maksiat dan setiap perbuatan maksiat itu adalah dosa.
Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziah mengatakan, bahwa orang-orang bodoh mengandalkan rahmat dan ampunan Allah swt sehingga mereka mengabaikan perintah dan larangan-Nya serta lupa dengan azab-Nya yang pedih dan tak mungkin dicegah. Barangsiapa yang mengandalkan ampunanNya tetapi tetap berbuat dosa, dia sama dengan orang-orang yang membangkang.
Nasib Para Pelaku Maksiat
Al-Qur'an telah banyak menceritakan berbagai kejadian dan bahaya yang ditimbulkan dari perbuatan maksiat. Cerita tersebut bukanlah sesuatu yang dibuat-buat atau lamunan, apalagi cerita bohong untuk sekedar menakut-nakuti manusia, namun ia benar-benar terjadi dan menjadi tragedi bagi umat manusia.
Diantaranya adalah banjir besar yang mencapai puncak gunung pada masa nabi Nuh as yang menjadikan penghuni bumi karam tenggelam, angin puting beliung yang berhembus keras membanting kaum ‘Ad hingga semua mati bagaikan pelepah kurma yang berguguran, guntur dahsyat yang mematikan kaum Tsamud, hujan batu di negri Sodom pada kaum nabi Luth yang membinasakan semua penghuninya, awan azab berupa mega naungan yang ketika turun bagaikan api yang membakar kaum Syu’aib, tenggelamnya Fir’aun dan kaumnya di sungai Nil, pekik keras yang menghancurkan orang-orang yang digambarkan dalam surat Yasin.
Sekali lagi, semua kisah tersebut benar terjadi. Dan penyebab turunnya azab Allah swt tersebut tidak lain adalah perbuatan dosa dan maksiat sehingga semua menjadi pelajaran bagi umat manusia hingga hari kiamat.
Dalam hadits riwayat Ibnu Majah Rasulullah saw bersabda : „Wahai segenap Muhajirin, ada lima hal yang membuat aku berlindung kepada Allah swt dan aku berharap kalian tidak mendapatkannya. Pertama,tidaklah perbuatan zina tampak pada suatu kaum sehingga mereka akan tertimpa bencana wabah dan penyakit yang tidak pernah ditimpakan kepada orang-orang sebelum mereka. Kedua, tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan melainkan mereka akan tertimpa paceklik, masalah ekonomi dan kedurjanaan penguasa. Ketiga, tidaklah suatu kaum menolak membayar zakat melainkan mereka akam mengalami kemarau panjang. Sekiranya tidak karena binatang, niscaya mereka tidak akan diberi hujan.Keempat, tidaklah suatu kaum melakukan tipuan (ingkar janji) melainkan akan Allah swt utus kepada mereka musuh yang akan mengambil sebagian yang mereka miliki. Kelima, tidaklah para imam (pemimpin) mereka meninggalkan (tidak mengamalkan Al-Qur'an) melainkan akan Allah swt jadikan permusuhan antara mereka."
Rasulullah saw juga bersabda : „Jika engkau dapati Allah Azza wa Jalla memberikan limpahan kekayaan kepada seorang hamba padahal hamba itu tetap berada di dalam kemaksiatan, maka tak lain hal itu merupakan penundaan tindakan dari Nya" (HR Ahmad)
Selanjutnya beliau (Rasulullah saw) membaca ayat yang artinya :
„Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (QS Al-An’aam : 44)
Imam Ahmad meriwayatkan, Abi Rafi’ bercerita bahwa Rasulullah saw pernah melewati pekuburan Baqi. Lalu beliau berkata, „Kotorlah engkau, cis ... !" Aku menyangka kiranya beliau maksudkan diriku. Beliau bertutur, „Tidak, cuma inilah kuburan si fulan yang pernah kuutus untuk memungut zakat pada bani fulan lalu dia mencuri baju wol dan kini dia sedang dipakaikan baju yang serupa dari api neraka.
Dalam shahih Muslim dikatakan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda : „Penduduk yang di dunia begelimang kesenangan sementara dia itu termasuk ahli neraka dihadirkan pada hari kiamat untuk kemudian dicelup dengan celupan neraka. Kemudian kepada mereka dikatakan, „Hai ibnu Adam, adakah kau lihat kebaikan ?" Dia menjawab, „Wallahi, tidak ya Rabbi !" Dan manusia yang di dunia paling sengsara hidupnya sementara dia itu calon penghuni surga akan dicelup dengan celupan surga. Lalu kepada mereka akan dikatakan, „Hai ibnu Adam, adakah kau peroleh kesengsaraan ? Adakah kau temui kegetiran ?" Dia menjawab, „Tidak, demi Allah ya Rabbi, tidak kudapati sama sekali.""
Sedangkan dalam shahih Muslim Rasulullah saw pernah bersabda tentang 3 golongan manusia yang pertama diadili di hari akhir. Golongan pertama adalah mereka yang mati syahid. Diantara mereka wajahnya tersungkur dan diseret ke neraka karena ternyata perang yang telah dilakukannya semata-mata hanya agar disebut pahlawan. Golongan kedua adalah orang yang sering membaca Al-Qur'an, rajin menuntut ilmu dan senantiasa mengamalkan pengetahuannya. Namun ternyata mereka juga tersungkur dan diseret ke dalam nereka. Mengapa ? Karena ternyata mereka hanya ingin mendapat gelar sebagai orang alim dan pintar. Golongan ketiga adalah seorang laki-laki yang seluruh kekayaannya dia korbankan. Tetapi nasibnya sama dengan kedua golongan sebelumya, ia tersungkur dan diseret ke neraka, karena ia melakukan itu agar dikatakan dermawan.
Masih banyak ayat-ayat Al-Qur'an maupun sabda Rasul yang menggambarkan akan bencana apa yang dialami oleh orang yang berbuat maksiat. Namun cukuplah kiranya beberapa ayat, hadits dan kisah diatas menjadi pelajaran bagi kita untuk bisa diambil hikmah dan membuat kita lari dari perbuatan maksiat.
Selanjutnya pada bagian dua dari tulisan ini akan kita lihat 26 pengaruh dan bahaya maksiat yang dapat langsung dirasakan oleh setiap diri manusia, seperti yang dituliskan oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziah dalam bukunya „Aatsaarul Ma’ashi wa Adhraaruha" (Akibat Berbuat Maksiat).
Ini kisah benar..kisah seorang gadis Melayu, beragama Islam, tapi cetek pengetahuan tentang agama. Ceritanya begini, di sebuah negeri yang melaksanakan dasar ‘Membangun Bersama Islam’, kerap kali pihak berkuasa tempatan menjalankan pemeriksaan mengejut di premis-premis perniagaan dan kompleks beli-belah, untuk memastikan para pekerja di premis berkenaan menutup aurat.
Aku tak pasti berapa jumlah denda yang dikenakan sekiranya didapati melakukan kesalahan, tapi selalunya merekaakan diberi amaran bagi kesalahan pertama, dan didenda jika didapati masih enggan mematuhi garis panduan yang ditetapkan. Lazimnya dalam setiap operasi sebegini, seorang ustaz ditugaskan bersama dengan para pegawai pihak berkuasa tempatan. Tugasnya adalah untuk menyampaikan nasihat secara berhemah, kerana hukuman dan denda semata-mata tidak mampu memberi kesan yang mendalam.
Dalam satu insiden, ketika operasi yang dijalankan sekitar 2005, seorang gadis yang bekerja di salah satu lot premis perniagaan di Pasaraya XXX telah didapati melakukan kesalahan tidak menutup aurat. Maka dia pun kena denda la…setelah surat saman dihulurkan oleh pegawai PBT, ustaz ni pun bagi la nasihat:
“..lepas ni diharap saudari insaf dan dapat mematuhi peraturan..peratura n ni bukan semata-mata peraturan majlis perbandaran, tapi menutup aurat ni termasuk perintah Allah. Ringkasnya, kalau taat segala perintah-Nya, pasti Dia akan membalas dengan nikmat di syurga..kalau derhaka tak nak patuhi perintah-Nya, takut nanti tak sempat bertaubat, bakal mendapat azab di neraka Allah. Tuhan Maha Penyayang, Dia sendiri tak mahu kita campakkan diri ke dalam neraka…”
Gadis tersebut yang dari awal mendiamkan diri, tiba-tiba membentak:
“Kalau Tuhan tu betul-betul baik, kenapa buat neraka ? Kenapa tak boleh sediakan syurga je? Macam tu ke Tuhan Maha Penyayang?” Mungkin dari tadi dia dah panas telinga, tak tahan dengar nasihat ustaz tu..dah la hati panas kena denda sebab dia tak pakai tudung..
Ustaz tu terkedu sekejap. Bahaya budak ni. Kalau dibiarkan boleh rosak akidah dia. Setelah habis gadis tu membebel, ustaz tu pun jawab:
“Dik, kalau Tuhan tak buat neraka, saya tak jadi ustaz. Berapa sen sangat gaji saya sekarang. Baik saya jadi tokey judi, atau bapa ayam.. hidup senang, lepas mati pun tak risau sebab gerenti masuk syurga. Mungkin awak ni pun saya boleh culik dan jual jadi pelacur. Kalau awak nak lari, saya bunuh je. Takpe, sebab neraka tak ada. Nanti kita berdua jumpa lagi kat syurga..Kan Tuhan tu baik?”
Gadis tu terkejut. Tergamak seorang ustaz cakap macam tu? Sedang dia terpinga-pinga dengan muka confused, ustaz tu pun jelaskan:
“perkara macam tadi akan berlaku kalau Tuhan hanya sediakan syurga. Orang baik,orang jahat, semua masuk syurga..maka apa guna jadi orang baik? Jadi orang jahat lebih seronok. Manusia tak perlu lagi diuji sebab semua orang akan ‘lulus’ percuma. Pembunuh akan jumpa orang yang dibunuh dalam syurga..perogol akan bertemu lagi dengan mangsa rogol disyurga..lepas tu boleh rogol lagi kalau dia nak.. takde siapa yang terima hukuman. Sebab Tuhan itu ‘baik’. Adakah Tuhan macam ni yang kita nak? Awak rasa, adil ke?”tanya ustaz.
“Ah..mana adil macam tu. Orang jahat takkan la terlepas camtu je..” rungut si gadis.
Ustaz tersenyum dan menyoal lagi:
“Bila Tuhan tak adil, boleh ke dianggap baik?”
Gadis tu terdiam.
Seindah hiasan adalah wanita solehah...
Ustaz mengakhiri kata-katanya:
“Adik, saya bagi nasihat ni kerana kasih sesama umat Islam. Allah itu Maha Penyayang, tapi Dia juga Maha Adil. Sebab tu neraka perlu wujud. Untuk menghukum hamba-hamba- Nya yang derhaka, yang menzalimi diri sendiri dan juga orang lain. Saya rasa awak dah faham sekarang. Kita sedang diuji kat atas dunia ni. Jasad kita bahkan segala-galanya milik Allah, maka bukan HAK kita untuk berpakaian sesuka hati kita. Ingatlah; semuanya dipinjamkan oleh-Nya, sebagai amanah dan ujian..semoga kita dapat bersabar dalam mentaati segala perintah-Nya, untuk kebaikan diri kita juga. Assalamu’alaikum.”
AL-HUDA-Sempena nama isteriku tercinta Nurul Huda bt Ahmad Ali dan diriku Muhammad Fadhil b. Hasanuddin,mendapat pendidikan dari sekolah maahad muhammadi lilbanin,kota bharu kemudian melanjutkan diploma dalam bidang tahfiz Al Quran dan Qiraat dan sekarang menyambung pengajian peringkat ijazah di Maahad Qiraat Shoubra dalam bidang Takhassus Qiraat..
Email@ym-fad_alfajr1515@yahoo.com
Akaun HSBC-
052 091469 025